RAPI - Radio Antar Penduduk Indonesia - Wilayah 02 Kab. Banyuwangi Jawa-Timur

RPU / Repeater Rapi Banyuwangi RX : 143.530 TX : 142.430 Duplex : Minus 110
  • Rapi Banyuwangi

  • Ulang Tahun Rapi Banyuwangi

  • Anggota Rapi Banyuwangi

  • Rapi Rukun Di Darat, Akrab Di Udara

  • Rapi Banyuwangi Pasti Bisa

Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Tata Cara Komunikasi melalui Repeater / pancar ulang


1. Memonitor dahulu selama 3-5 menit
2. Memperhatikan siapa yang sedang berkomunikasi
3. Memperhatikan apa yang sedang dikomunikasikan. (penting/tidak)
4. Masuk pada spasi atau interval (tidak perlu menggunakan kata break atau contact), cukup dengan menyebutkan Callsign (10-28) dan apabila ingin berkomunikasi / memanggil seseorang, langsung memanggil dengan menyebut 10-28 orang yang dipanggil
(contoh: JZ13 mhz memanggil JZ13 awy, maka pada jeda spasi JZ13 MHZ langsung masuk dengan mengatakan: JZ13 mhz, JZ13 mhz 10-25)
5. Tidak perlu tergesa-gesa, komunikasikan dengan kata-kata yang jelas dan mudah dimengerti / difahami
6. Berkomunikasi seperti pada kanal / frekwensi kerja biasa
7. Apabila ada hal yang bersifat darurat / emergency silahkan gunakan interupsi pada spasi / interval.
8. Jangan memonopoli frekwensi dengan berkomunikasi hanya dengan satu orang, dan selalu memberikan kesempatan kepada orang lain yang mau menggunakan pancar ulang
9. Membiasakan mengucapkan kata ganti pada akhir pembicaraan.
10. Memberikan kesempatan kepada pengguna di lapangan / stasiun bergerak yg menggunakan perangkat dengan kemampuan terbatas
11. Mengutamakan / memberikan kesempatan pada pembawa berita yg bersifat emergency / darurat
12. Tidak dianjurkan berkomunikasi melalui repeater dengan menggunakan peralatan penguat mikrofon seperti: Echo, ALC, dsb - karena audio justru akan menjadi melebar dan tidak nyaman bagi orang lain yg mendengarkan.
Salam Rapi

Share:

MARS RAPI

RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
BERDIRI DEMI SUKSESKAN PEMBANGUNAN
MENUNAIKAN SEGALA TUGAS BANGSA
RAJIN DAN TEGUH BIJAKSANA

RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
BERJUANG DEMI KEJAYAAN NUSA
SIAGA DAN SEDIA MENGINDAHKAN
PANGGILAN MULIA IBU PERTIWI
     
        REFF

MUDA MUDINYA BERKOMUNIKASI
MENYAMBUNGKAN LIDAH KARYA
SERTA GEMAKAN KEKARYAAN
SUKARIA BEKERJA BERGOTONG ROYONG
TEKUN, LINCAH, TERTIB,
RAMAH SERTA DAPAT DIPERCAYA
SELARAS PANCASILA

RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
BERSEDIA MENGORBANKAN JIWA RAGA
BERKOBAR SEMANGATNYA MERAH BARA
MESKI BERAT BEBAN DI PUNDAKNYA
Share:

KODE SEPULUH (TEN-CODE)

 

10 - 1: Penerimaanburuk.

10 - 2: Penerimaanbaik

10 - 3: Berhentimengudara(undurdiri)

10 - 4: Benar / bisa dimengerti

10 - 5: Pesanuntukdisampaikan

10 - 6: Sibuk, kecuali ada penting

10 - 7: Ada kerusakan(tidak mengudara)

10 - 8: Dapat mengudara(tidak rusak)

10 - 9: Pesan agar diulangi

10 - 10: Penyampaian berita selesai

10 - 11: Bicaraterlalucepat

10 - 12: Ada tamu, mengundurkandiri

10 - 13: Keadaancuaca / jalan

10 - 14: Informasi / pesan

10 - 15: Pesan sudah disampaikan

10 - 16: Harapdiambil / dijemput / direspon

10 - 17: Ada urusanpenting

10 - 18: Ada sesuatuuntukkita

10 - 19: Bukan untuk kita(kembalikan)

10 - 20: Lokasi transmit / memancar

10 - 21: Hubungan via telepon

10 - 22: Agar melapor ke………

10 - 23: Stand by / monitor / menunggu

10 - 24: Selesai melaksanakan tugas

10 - 25: Dapatmenghubungi / dihubungi

10 - 26: Info terakhir kurang diperhatikan

10 - 27: Pindah frekuensi ke…… / dari……

10 - 28: Nama panggilan(callsign)

10 - 29: Waktuhubunganhabis

10 - 30: Tidak mentaati peraturan

10 - 31: Sistim / jenisantenna

10 - 32: Radio cek / laporan(report) RST

10 - 33: Keadaandarurat(emergency)

10 - 34: Mohon bantuan, ada kerusakan

10 - 35: Informasi rahasia

10 - 36: Pukulberapasekarang ?

    10 - 37 : Perlumobilderek di……..

10 - 38: Perlu ambulans di………

10 - 39: Pesan anda telah disampaikan

10 - 40: Perludokter di………

10 - 41: Silahkanpindahfrekuensi

10 - 42: Ada kecelakaan

10 - 43: Kemacetanlalu - lintas

10 - 44: Ada pesan untuk anda

10 - 46: Memerlukanmontir

10 - 47: Waktu berangkat jam……

10 - 48: Waktu tiba jam…….

10 - 49: Titik pertemuan di……..

10 - 50: Break, kosongkan frek.

10 - 51: Kehabisan bahan bakar

10 - 52: Membutuhkan ban

10 - 53: Membutuhkanperalatan

10 - 54: Membutuhkanbankipas

10 - 55: Membingungkansopir

10 - 56: Butuh tali penyeret

10 - 57: Kesulitan battery

10 - 59: Membutuhkanmontir

10 - 60: Apaada pesan selanjutnya ?

    10 - 61 : Jalan tidak bisa dilewati

10 - 62: Tidak mengerti, telepon saja

10 - 63: Tugas / pekerjaan dilanjutkan

10 - 64: Pekerjaan telah selesai

10 - 65: Menungguberitaselanjutnya

10 - 67: Semua unit siap / setuju

10 - 68: Pertemuandengancara……

10 - 69: Pesan telah diterima

10 - 70: Ada kebakaran di……..

10 - 71: Perangkat KRAP yg digunakan

10 - 72: Menantipengarahan

10 - 73: Kurangi kecepatan pada…..

10 - 74: Tidak / negatif

10 - 75: Penyebabgangguan

10 - 76: Dalamperjalananke……..

10 - 77: Tidak ada kontak

10 - 78: Tempat kerja / kantor / sekolah

10 - 79: Membawamakanan

10 - 80: Membawaminuman

10 - 81: Pesankan kamar hotel

10 - 82: Pesankan kamar untuk……

10 - 83: Perlengkapancadangan

10 - 84: No.telp.Sayaadalah……

10 - 85: Rumah / alamat

10 - 86: Nomor Polisi Kendaraan

10 - 87: Sudah sampai tujuan

10 - 88: Love & kiss

10 - 89: Butuhmontir radio

10 - 90: Dapatgangguantelevisi

10 - 91: Agar bicaradekatmic.

10 - 92: Pesawat anda perludistel

10 - 93: Cekkecepatanfrekuensi

10 - 94: Cobabicaraagakpanjang

10 - 95: Tolongtransmit…..menit

10 - 96: Jammer

10 - 97: Test jarumsinyalpesawat

10 - 98: Pulangkembalidaritugas

10 - 99: Tugasselesai, semuaselamat

10 - 100: Perlukekamarmandi

10 - 200: PerlubantuanPolisi di…….

10 - 300: Perlu pemadam kebakaran di…….

10 - 400: Perlu bantuan Tibum di……..

10 - 500: Perlubantuan Provost di……

10 - 600: PerlubantuanGarnizun di………

10 - 700: Perlubantuan Tim SAR di………

10 - 800: Perlubantuanpetugaslistrik(PLN) di….

10 - 900: Perlubantuan di………

10 - 1000: Perluobat anti mabok.


SALAM RAPI

51– Salam Keluarga

55– Salam Sejahtera

73– Best Regard / Salam terbaik

88– Love and Kiss
Share:

CODE ALPHABET



alfabet :


A: Alpha
B: Bravo
C: Charlie
D: Delta
E: Echo
F: Foxtrot
G: Golf
H: Hotel
I: India
J: Juliet
K: Kilo
L: Lima
M: Mike
N: November
O: Oscar
P: Papa
Q: Quebec
R: Romeo
S: Sierra
T: Tango
U: Uniform
V: Victor
W: Whiskey
X: X-ray
Y: Yankee
Z: Zulu

SEJARAH NYA :
Pelafalan huruf dalam komunikasi radio maupun telepon, seperti Alfa, Bravo, Charlie, dst., disebut sebagai international radiotelephony spelling alphabet. Daftar kode spelling yang ada sekarang, diadopsi secara resmi pertama kali oleh ITU (International Telecommunication Union) pada tahun 1927.


aircraft radio test
Kualitas audio suatu alat komunikasi baik itu lewat kabel ataupun non-kabel (wireless) sangat tergantung kualitas media hantar dan kualitas audio dari alat komunikasi itu sendiri.

Dalam komunikasi radio atau telepon, seringkali satu atau dua huruf yang terdengar mirip dalam pelafalannya. Contohnya bunyi lafal untuk huruf (D) “De” hampir mirip dengan bunyi lafal huruf (B) “Be” dan (G) “Ge”.

Untuk itulah dalam dunia komunikasi lewat udara, pihak yang terlibat dalam pembicaraan sering menggunakan kata/bunyi yang diawali oleh huruf yang dilafalkan. Hal ini pada awalnya dipergunakan dalam komunikasi radio antar personil militer dan untuk dunia penerbangan. Secara resmi disebut sebagai international radiotelephony spelling alphabet.

Kadang, ketika anda sedang numpang pesawat, terdengar komunikasi antara pilot dengan petugas ground-control “Golf is current, please coming” dan dijawab dengan “We have a lot of Whiskey“. Bagi orang awam mungkin bisa mengerenyitkan dahi, kenapa saat mau mendarat kok malah diskusi olahraga dan minuman keras ?!.

Padahal bisa saja kata ‘Golf’ yang diucapkan oleh petugas ground-control tersebut dimaksudkan sebagai ‘Ground’ dan ‘Whiskey’ yang diucapkan oleh pilot dimaksudkan sebagai ‘Woman’. Hal ini untuk mempermudah komunikasi antara pilot dengan bagian ground-control.

Share:

KODE ETIK RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA



KODE ETIK RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
1. Anggota RAPI harus berjiwa dan bersikap PATUH.
Anggota RAPI harus Patuh dan Tertib Menjalankan Peraturan Perundang - undangan yang berlaku, serta tata - aturan Organisasi.
2. Anggota RAPI harus berjiwa dan bersikap JUJUR.
Anggota RAPI harus memiliki jiwa yang bersih dan berperilaku Jujur.
3. Anggota RAPI harus berjiwa dan bersikap SANTUN.
Anggota RAPI harus berjiwa dan bersikap Santun dalam bertindak dan berbicara sopan saat berkomunikasi.
4. Anggota RAPI harus berjiwa dan bersikap TANGGUNG JAWAB.
Anggota RAPI harus memiliki jiwa dan sikap Tanggung Jawab terhadap Organisasi dalam menjalankan roda organisasi serta pengabdian terhadap masyarakat.
5. Anggota RAPI harus berjiwa dan bersikap TANGGAP.
Anggota RAPI harus memiliki jiwa, sikap cepat tanggap, peka dan peduli terhadap situasi lingkungan sosial.

Panca Bhakti
1. Seorang anggota RAPI harus rendah hati
2. Seorang anggota RAPI harus enerjik
3. Seorang anggota RAPI harus peka dan tanggap terhadap Aspek Sosial Kemasyarakatan
4. Seorang anggota RAPI harus mempunyai daya juang yang menonjol pada Bangsa dan Negara Republik Indonesia
5. Seorang anggota RAPI harus berjiwa Gotong Royong

VISI RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
Menjadi Radio Antar Penduduk Indonesia yang Berkualitas Sebagai Aset Nasional

MISI RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
1. Meningkatkan Kinerja Pengurus Organisasi
2. Meningkatkan Sumber Daya Organisasi secara berjenjang dan berkelanjutan
3. Meningkatkan Validitas Organisasi secara struktural
4. Meningkatkan Jaring Komunikasi Radio untuk Pengabdian Masyarakat
5. Meningkatkan Peran Organisasi secara internal dan eksternal
6. Meningkatkan Kemandirian, Profesionalisme dan Independensi Organisasi.


MOTTO RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
Rukun di udara, Akrab di darat, Iman di hati
Share:

Sejarah dan perkembangan RAPI

 

RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA

Dari Wikipedia bahasa Indonesia

Radio Antar Penduduk Indonesia(disingkat RAPI) adalah sebuah organisasi sosial nirlaba di Indonesia yang beranggotakan pengguna perangkat radiokomunikasi.

Sesuai dengan namanya, anggota RAPI menggunakan perangkat radionya untuk berkomunikasi dengan sesama anggota masyarakat lainnya.Sebagai dasar verifikasi identitas pengguna perangkat radio digunakan call sign JZ(baca: Juliet Zulu) untuk semua anggotanya tanpa pembedaan hirarki.

Sejarah

KRAP atau Komunikasi Radio Antar Penduduk adalah komunikasi radio yang pada awalnya menggunakan band frekuensi 26.968 - 27.405 MHz yang di negara asalnya Amerika Serikat terkenal dengan nama Citizen Band Radio(CB).Sejak tahun 1958, di Amerika, secara resmi radio CB telah dilegalisir penggunaannya sebagai alat komunikasi radio antar penduduk, sebagai organisasi pengelolanya adalah Federal Communication Commission(FCC) yang bertugas mengendalikan dan membina serta membina para penggemarnya yang semakin banyak.

Mulai era tahun 70 - an penggunaan CB merambah bumi Nusantara dan terus berkembang walaupun penggunaannya masih belum terkendali karena belum ada ketentuan yang mengaturnya.

Kebijakan pemerintah melalui Menteri Perhubungan telah menetapkan SK MENHUB RI No.S1 .11 / HKn 501 / Phb - 80 tanggal 6 Oktober 1980 tentang Perijinan Penggunaan Komunikasi Radio Antar Penduduk(KRAP), yang pelaksanaannya diatur melalui SK Dirjen Postel No .125 / Dirjen / 1980 yang menetapkan Keputusan tentang Pendirian dan Pengangkatan pengurus Pusat Organisasi Radio Antar Penduduk, selanjutnya organisasi tersebut dinamakan Radio Antar Penduduk Indonesia(RAPI) tertanggal 10 Nopember 1980. Tanggal 10 November 1980 dijadikan tanggal lahirnya RAPI.Untuk pelaksanaan keputusan diperlukan suatu organisasi yang bertugas membantu pemerintah dalam pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk(KRAP).

Pada tanggal 31 Oktober 1980 Ditjen Postel menunjuk Team Formatur dengan surat No .6356 / OT .002 / Disfrek / 80, dengan tugass untuk membentuk Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia yang mempunyai kepentingan pengelolaan, pembinaan dan pengendalian komunikasi radio antar penduduk.

Team formatur terdiri dari:

1. Sudarno

2. Eddie M.Nalapraya

3. Sutikno Buchari

4. A.Pratomo Bc.T.T

5. Lukman Arifin S.H


Team formatur diberi tugas

1. Menyusun AD & ART organisasi KRAP tingkat Pusat

2. Menyusun Pengurus Pusat Organisasi KRAP

Perkembangan Organisasi

Periode 1980 - 1984

Pengurus RAPI Pusat dari tahun 1980 - 1984 benar - benar bekerja keras dalam mewujudkan terbentuknya kepengurusan tingkat provinsi / daerah.Sampai akhir tahun 1984, 26 daerah tingkat I telah terbentuk kepengurusan dengan jumlah anggota lebih dari 20.000 orang seluruh Indonesia.kemudian seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan organisasi, pada waktu musyawarah nasional pada tanggal 22 mei 2005 di ciawi bogor para pengurus mendapat tugas untuk membuat aspek legalitas dari Radio Antar Penduduk Indonesia ini menjadi lebih legal menurut hukum negara republik Indonesia, maka dengan dasar itulah pada tanggal 2 agustus 2007 melalui akta Notaris Eduard Avianta SH.Sp.N nomor 1 tanggal 2 Agustus 2007 yang juga merupakan anggota dari Radio Antar Penduduk Indonesia dengan Callsign JZ09HOX ini mendaftarkan pengesahan akta nomor 1 tanggal 2 Agustus tersebut kepada Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk disahkan menjadi organisasi yang berbadan Hukum, Pada tanggal 18 juni 2008 dengan surat keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor AHU - 59. AH .01 .06 tahun 2008 Radio Antar penduduk Indonesia ini resmi menjadi organisasi berbadan hukum yang berbentuk Perkumpulan yang berbadan hukum, dan juga telah diumumkan didalam Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 45 tambahan Berita Negara nomor 62 yang merupakan satu syarat untuk organisasi berbadan hukum wajib untuk diumumkan didalam Berita Negara Republik Indonesia.

Periode Transisi

Perkembangan RAPI mengalami hambatan saat terbit SK Menparpostel No.KM .48 / PT .307 / MPPT / 1985 yang akan menghapus penggunaan perangkat radio 11 m secara bertahap dari KRAP dan diganti dengan perangkat 62 cm(UHF) yang jarak jangkauannya amat pendek.


Periode Kebangkitan

Melalui SK.Dirjen Postel No .92 / Dirjen / 94 tanggal 25 Juli 1994 ditetapkan bahwa KRAP bekerja pada 3 Band:

1. Band HF(11 meter) = 26.960 - 27.410 Mhz.

2. Band UHF(62 cm) = 476.410 - 477.415 Mhz

3. Band VHF(2 meter) = 142.000 - 143.600 Mhz

Pada 1 Agustus 2004 diberlakukan KepMen No 77 / 2004 sebagai pengganti SK Dirjen Postel No .92 / DIRJEN / 94. Melalui KM 77 Bab V pasal 28 ditetapkan bahwa KRAP bekerja pada 2 Band yaitu;

1. Band VHF 140.7875 Mhz s / d 143.7875 Mhz

2. Band HF 26, 960 Mhz s / d 27, 410 Mhz
Share:

TATA CARA KOMUNIKASI

Manakala akan melakukan komunikasi sudah tentu tidak terlepas dari sebuah ETIKA yang patut dijunjung tinggi dan disepakati bersama agar tidak terjadi tumpang tindih dan kesimpang siuran dalam menyampaikan isi berita. Sebagai seorang komunikator yang baik patut saling menghormati dan menghargai sesama pengguna frekuensi. Adapun tata cara berkomunikasi yang perlu diperhatikan adalah : 

1.Memonitor/mendengarkan dahulu sebelum masuk pada kanal frekuensi, artinya di kanal frekuensi tersebut benar-benar kosong tidak ada yang berbicara 
2.Yakinkan diri dan jangan terlalu tegang serta atur nafas 
3.Gunakanlah Bahasa Indonesia yang benar dan santun 
4.Hindarkan kesan terburu-buru dalam menyampaikan berita, sampaikanlah berita dengan singkat, padat dan jelas 
5.Tanda akhir pembicaraan gunakanlah kata “ GANTI “ 
6.Dekatkan alat komunikasi dengan telinga agar setiap panggilan bisa dimonitor 
7.Gunakanlah dengan nada sedang, sikap tenang dan tidak emosi, jangan teriak maupun suara pelan/terlalu pelan 
8.Gunakan jarak mikrofon alat komunikasi dengan bibir tidak terlalu jauh, idealnya jarak mikrofon dengan bibir adalah paling dekat satu kepal tangan dan paling jauh satu jengkal tangan. 

Beberapa hal yang perlu dihindarkan dalam percakapan pada alat komunikasi adalah : 

1.Diskusi masalah politik 
2.Bercerita atau bernyanyi pada kanal frekuensi 
3.Percakapan yang bersifat jorok, tabu dll 
4.Berbicara sambil makan Upaya pemerintah dalam penyelenggaraan komunikasi supaya tertib pengelolaannya telah membuatkan wadah komunikasi dengan membentuk lembaga sosial yaitu RAPI dan ORARI. Melalui kedua lembaga ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat luas tentang penggunaan frekuensi secara benar. 

Teknik Komunikasi Radio 

Komunikasi dengan menggunakan frekuensi radio bukan hanya sekedar hoby melainkan juga dapat digunakan sebagai sarana pada berbagai kegiatan. Pada dasarnya ber Komunikasi menggunakan alat elektronik berupa Handy Talky ( HT ) maupun Rig yang menggunakan band frekuensi HF, VHF dan UHF tentu saja kita harus mengenali cara meng Opersikan alat itu sendiri apapun merk produknya. Pengenalan instrument radio/perangkat komunikasi harus dipelajari terlebih dahulu oleh pemilik radio komunikasi baik melalui buku petunjuk masing-masing produk maupun secara lisan dengan seseorang yang sudah paham pengoperasian radio/perangkat komunikasi. Ketika kita akan melakukan hubungan komunikasi pada suatu kegiatan terlebih dahulu diperhatikan kanal frekuensi yang digunakan kegiatan, untuk itu agar tidak terjadi penggunaan frekuensi yang sama serta pada wilayah yang sama pula maka libatkanlah organisasi komunikasi yang telah ditunjuk Pemerintah guna dapat memberikan saran dan arahan yang benar di dalam penggunaan kanal frekuensi. Sehingga tidak terkesan menggunakan frekuensi seenaknya saja, paling tidak dapat memberikan bimbingan tentang cara menggunakan frekuensi secara benar serta tidak merugikan pengguna frekuensi lain. 

 Ada beberapa langkah persiapan komunikasi suatu kegiatan adalah sebagai berikut : 

1.Pastikan perangkat komunikasi anda dalam kondisi baik siap on line : - Antena terpasang&- Baterry terpasang dan siap pakai 
2. Tentukan dan pastikan kanal frekuensi yang akan digunakan benar-benar kosong 
3. Tentukan nama panggilan baik perseorangan maupun kelompok pada suatu kegiatan 
4. Bawalah dan siapkan ATK sebelum kegiatan komunikasi dimulai 
5. Persiapkan personil yang siap, tanggap dan bertanggung jawab 
6. Selalu koordinasi apabila ditemukan kasus kegiatan
Share:

Admin Blog

Flag Counter
JZ13UDI TRI JZ13TFX DEWA

Pengunjung

Logo Rapi

Copyright © RAPI BANYUWANGI